Selasa, 04 Agustus 2009

Pretend

"Pretend" when you say 'i don't love you "Anda tidak melihat sakit meninggalkan tetapi Anda selalu datang kembali berjalan dan akhirnya bisa bernafas i hate bagaimana Anda bisa melakukan ini, namun Anda tetap perhatian saya tahu bahwa hidup i Anda hanya menggunakan tetapi saya tanpa anda, bagaimana saya bisa bertahan? you're killing me dengan ketiadaan tetapi Anda tidak banyak di semua kejahilan pushes me down tetapi jatuh sakit menikmati i know im semua untuk menunjukkan but im addicted ke rasa sakit seperti ini tidak terkunci dalam suaka dan saya pil untuk menjaga me sane i dont know you love me tapi sekarang sakit hanya pretend im yang tidak begitu rentan dan tidak memerlukan jerumatan

20 february,,,, my birthday

Hari ini hari apa yach.....cwek aja lupa kale yach....huh

jengkel jadi na....aq aj inget.tp gpp lah,biasa sich cwek tuh mst pelupa atow sengaja mel;upa yach?hikz


21 february.....ksh slmt aj bwt aq da my honey.

tau lah lupa ya sudah.mow di apain lg.

org ultahku kmrn aj,lupa kq.


yach sabar2 punya cwek pelupa.apa2 kita yg hrs ngingetin.untung gak lp ma wjh aq na.hehehe

klo yg ntu lp,wedew parah bgt dech...!!!


syank,syank ntu bnr2 lp ato emg sengaja melupain sich.......huhuhu


love you my love,doamu sll aq aq harapkan.



hari ini,esok atow kpn pun ku kan cb berthn utkmu.

krn dirimu yg membuat aq berarti..

do'a wat all

Ya Allah,,,,,,,,,,
Aku menyayangi dia lbh dr segalanya
Jika dia jodohku,dia baik utk agamaku
Untuk keluargaku,serta dunia dan akhiratku
Aku mohon padaMU Ya Allah,,,,,,,,
Mudahkanlah jalan kami
Dekatkanlah hati kami,,,,
Berkati dan restuilah cinta kami
Kalaupun dia bkn Engkau takdirkan untuk ku
Berikan hambamu ini kekuatan dan ketabahan dlm menerima ketentuanMU
Ya Allah,,,,,,,,,,
HambaMU ini lemah tak berdaya
Aq merajuk kepadaMU Ya Allah,,,,,,
Berikan jalan yang sebaik-baiknya jalan untuk kami
Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Amien2............,Ya Robbal'alamin

Rabu, 22 Juli 2009

RACUN DAN VIRUS PULSA ASMARA

Berbagai macam sarana komunikasi dan transportasi diciptakan untuk mempermudah segala urusan kehidupan. Sehingga dunia laksana satu daratan yang bisa dijangkau dengan mudah dalam waktu sekejap tanpa menisakan letih dan lelah. Padahal enam puluh tahun yang lalu, sarana komunikasi dan transportasi masihlah minim. Segala sesuatu ditempuh dengan waktu yangsangat lama. Namun saat ini semuanya serba instant. Hubungan jarak jauh bisa dilakukan tanpa jeda waktu. Karena komunikasi dan transportasi semakin canggih serta teknologi semakin mutakhir.

Namun yang harus diwaspadai, di tengah gemerlapnya eksploitasi teknologi dan gencarnya penjajahan moral yang dilakukan para kapitalis, terutama di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam, maka semu pihak harus mengetahui racun dan virus berbahaya yang diselipkan dalam kecanggihannya. Racun atau virus itu sungguh mudah menjangkiti kita semua. Apabila kita sudah merasakan maka sendi-sendi moral kita lambat laun akan rontok seperti ruas-ruas jemari yang berjatuhan terkena lepra ganas. Tapi seringkali penyakit yang sangat berbahaya itu tidak nampak karena mata kita terlalu silau oleh kecanggihannya.

Saat teknologi telepon semakin canggih, harga pesawat telepon dan perangkat elektronik semakin murah, serta jaringan pemasaran distribusinya sudah merambah hingga pelosok-pelosok daerah, maka penyakit itu pun semakin rapat mengepung kita.

Dengan teknologi handphone berkamera, lahirnya fasilitas 3G, chatting melalui internet dan komputer berkamera, maka hubungan langsung antara manusia pun semakin menganga lebar. Pembicaraan lewat media tersebut seperti sudah tidak menyisakan sekat-sekat lagi. Orang yang kita ajak bicara sudah jelas terpampang di depan kita. Apa yang ditampilkan di kamera, itulah keadaan lawan bicara kita yang sesungguhnya. Gambar si dia yang sedang manja, senyumnya yang menggoda, desah suaranya yang membuat terlena, dapat dengan mudahnya dinikmati dengan fasilitas komunikasi semacam ini.

Maka ketika batasan moral sudah semakin memudar dan hilang. Saat pengawasan dari orant tua semakin renggang, para pemuda dan pemudi pun semakin leluasa berhubungan dengan kamuflase teknologi tersebut. Mereka dengan mudah membuat janji berbicara mesra berkoodinasi dengan pasangan untuk mengelabui orang tua guna bertemu berdua untuk khalwah elektronik.Sungguh sangat mudah dilakukan dengan memanfaatkan murahnya pulsa.
Lihatlah. Kita akan dengan mudah menyaksikan apa yang dilakukan kaum muda kita. Anak-anak sekolah dengan penuh bangga da nbahagia memanfaatkan fasilitas kecanggihan HP terbaru. Tanpa sadar, mereka telah terjebak. Virus dan racun telah merasuki dirinya. Ia terus menjalar dan menyerang benteng-benteng keimanan.

Apabila ini yang terjadi, maka sungguh kehancuran moral yang senyata-nyatanya. Sehingga saat pemuda dan pemudi sudah terjebak dalam jeratan komunikasi yang semacam ini, maka sangat susah untuk melepaskan diri. Masih Nggak percaya... Percayalah...Jangan coba-coba!

Mereka sudah dapat merasakan indahnya janji dan harapan, hangatnya pembicaraan, mesranya rayuan, serta manisnya pujian. Sukma mereka pun serasa melayang-layang. Pada akhirnya untuk terjerumus ke dalam hubungan yang lebih gelap akan dengan sangat mudah terjadi. Akibatnya, dua sejoli yang tadinya hanya membangun hubungan dengan jaringan HP, telepon, atau internet saling berjanji untuk bertemu. Mereka tergoda untuk "mengenal lebih dekat". Janji dan pertemuan pun terjadi, awalnya dengan sembunyi-sembunyi itu pun dilakukan di luar rumah, pertemuan pertama menyisakan rasa penasaran yang menggelitik kalbu. Syetan pun tak tinggal diam. Ia dengan gencar menggoda untuk bertemu yang kedua kali dan seterusnya. Bahkan dengan terang-terangan datang/apel ke rumah. Sebagaiman yang dikatakan oleh seorang penyair:

Berawal dari pandangan, lalu senyuman
Kemudian salam, disusul pembicaraan
Lalu berakhir dengan janji dan pertemuan.

Syetan dan iblis pun tertawa lebar. Mereka terus mengipasi api asmara yang sedang membara hingga membakar keduanya. Kemudian kedua sejoli terlena melanggar arena terlarang dan menjamah sutra haram, wal iyadzubillah. Akhirnya banyak wanita remaja yang menjadi mangsa panas asmara. Mereka benar-benar menjadi korban permainan api cinta.

Anak-anak ABG, bahkan yang telah dewasa sekalipun dengan mudah terjebak dalam kubangan lumpur kehinaan semacam ini. Apalagi kalau sudah tidak memiliki filter agama yang kuat. Maka pada ahirnya hubungan bebas oleh dua pasangan yang belum semestnya, semakin mudah dilakukan. Akibatnya adalah aib, kehormatan melayang, serta suramnya masa depan.

Maka, wahai para pemuda dan pemudi, para orang dewasa dan orang tua, renungkanlah secara mendalam akan bahaya dari racun asmara dan virus pulsa serta khalwah elektronik!

PENANGKAL RACUN DAN VIRUS PULSA ASMARA
Berikut ini saya akan mencoba memberikan beberapa solusi agar racun da nvirus pulsa tidak mudah menyerang diri kita dan keluarga. Ini beberapa resep penangkalnya, semoga dapat membantu kita:

1. Membentengi keluarga dengan aqidah yang shahih dan akhlak mulia. Jangan bosan dan menyerah untuk mengajak keluarga menuntut ilmu syar'i dan mengamalkannya.
2. Tanamkan kepada keluarga bahwa pergaulan bebas adalah jerat-jerat syetan yang bahaya da nkerugiannya nyata di dunia, dan adapun di akhirat akan mendapat adzab Allah yang sangat pedih.
3. Para orang tua hendaknya bijaksana dalam memenuhi peermintaan anak-anaknya yang merengek minta dibelikan HP atau komputer multimedia. Karena dari dua media tersebut sangat mudah virus-virus itu menyebar. Gambar dan film porno, komunikasi bebas, akan dengan mudah didapatkan dan dijalin melalui media ini.
4. Hendaknya mendampingi dan mengawasi ketika anak menggunakan jaringan internet.
5. Jangan letakkan komputer multimedia di kamar pribadi anak. Usahakan komputer diletakkan di ruang keluarga yang mudah diawasi penggunaannya.
6. Usahakan agar anak-anak tidak memliki HP. Kalau si anak memang perlu untuk dibawa keluar lebih baik dipinjami milik orang tua.
7. Kalau memang harus membelikan HP kepada anak maka hendaknya dibelikan sesuai dengan kebutuhan yang utama.
8. Para pemuda dan pemudi yang sudah siap menikah, hendaknya bersegera. Jangan ditunda! Jangan ciptakan ruang untuk berpacaran.
9. Para orang tua hendaknya mendukung keinginan anak-anaknya yang menyatakan sudah sanggup untuk menikah.
10. Mengawasi teman bergaul anak-anak kita dan bersikap selektif dalam memilihkan teman bergaul untuk mereka. Jangan biarkan mereka keluar rumah tanpa kontrol apalagi keluar dengan teman lawan jenis.

cerita cinta 17

Suatu kali seorang teman bertanya
kepada saya:

“ ada 2 pilihan untukmu.

1.

Menikah dengan orang yang kau
cintai
2.

mencintai orang yang kau nikahi

Mana yang kau pilih?”

Saat itu spontan saya memilih yang
kedua: mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya).

“Kenapa?”

Hhm… iya ya, kenapa?



Sebab jodoh adalah hal yang pasti,
meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya.
Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat
belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan
menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma
menjadi energi untuk meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika
Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa
jadi menghanguskan diri sendiri.



Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya
lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat
suci menikah karena Allah.



Itu jawaban saya saat itu. Tetapi,
beberapa jenak setelah itu, saya termenung, mencoba berfikir lebih
dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Lalu, saya pun
meneruskan pertanyaan itu ke temen saya yang lain.


Dan dia menjawabnya sama dengan jawaban
saya.



Tetapi, saya ragu atas jawaban itu,
benarkah begitu?

Pilihan pertama, menikah dengan orang
yang saya cintai, mengalirkan energi dan semangat untuk meraih
sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu adalah hal yang sangat
menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu
mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya, sebab
cinta itu sudah dilegalkan.



Pilihan kedua, mencintai orang yang
saya nikahi, hhmm… pasrah, menerima nasib. Ah tidak, saya
menterjemahkannya menjadi bentuk syukur kepada-Nya. Sebab apa yang
telah Allah pilihkan untuk kita, tentu itulah yang terbaik. Maka,
kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta,
menumbuhkan dan merawatnya.

Bukankah jika saat ini saya mencintai
seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh
begitu saja? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat
saya mencintainya. Lalu, kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan
kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya?

Tetapi, sekali lagi, betapa
menyenangkan jika yang pertamalah yang menjadi pilihan, menikah
dengan orang yang saya cintai, sebagaimana Fathimah yang menikah
dengan Ali, sebagaimana Khadijah yang menikah dengan Muhammad.

Tetapi, kalaupun akhirnya Allah
memilihkan orang yang lain, maka pilihan kedua pun bukan hal yang
tidak menyenangkan. Tidak ada yang tidak mungkin. Sebab cinta memang
harus diupayakan.


* Apa cinta harus di upayakan ??

PUISI : TENTANG CINTA, PADA TIADA

Kesaksian luka itu

sudah lama kita kemas

dalam senyap hati

juga pada mendung langit

yang kian ranum menurunkan gerimis

kita menyimpan rasa itu rapat-rapat

sembari menatap nanar

senja turun perlahan di ufuk

menghayati setiap jejak merah saga yang ditinggalkannya

bagai menyaksikan semua impian kita

yang luruh perlahan oleh derap waktu

serta tetes rindu yang menghias disisinya

seumpama ornamen lusuh, meleleh dalam diam

“Kita tengah bercakap tentang cinta, pada tiada,” katamu lesu

dan desir angin membawa tinggi ucapmu

bersama pekik camar yang terbang limbung

ke selarik pelangi di batas cakrawala

Aku termangu dan memandang bening matamu

dimana ada lelah dan kegetiran disana

dimana genangan kenangan kita

larut pada sajak yang kupahat

dalam pilu tak terungkapkan

special for you

Hujan....

mengantar memory Q ke masa lalu....
mengingatkan Q pada satu wajah yang penuh cinta dan penuh kasih...
Ibu...
kasih sayang mu penuh dgn kehangatan...
berlapis kesalahan Q padamu,
Berulang kali Q buat kau menangis oleh sifatku,
namun...
lautan maaf mu untukku...
Ibu...
bagai di hempas gelombang ,
bagai tersapu angin ,
bagai jatuh kedalam palung rasanya saat kau jauh...
disini Q rindu saat sholat berjamaah,
Rindu saat kau kecup kening dan kedua pipiku,
rindu saat kita tertawa ,
rindu akan belai hangatmu kala membangunkanku dari tidur...
Ibu...
sedang apa gerangan kau di sana...
Q ridu akan perhatian-perhatianmu...
Q rindu saat ku manja ingin di suapi,
Q rindu akan pelukan hangatmu,
Q rindu saat kita berbagi cerita...
Q rela jika kau jadikan aku badutmu jika itu membuatmu tertawa lepas lagi...
Q tak ingin membuatmu menangis lagi... aku menyesal Ibu...
Ibu... Q rindu....